1 Kelurahan Wajib 1 Bank Sampah

Palembang - Upaya untuk mengurangi sampah, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang mewajibkan setiap kelurahan memiliki bank sampah. Kepala BLH Palembang, Ir M Tabrani mengatakan setiap kelurahan harus memiliki minimal satu bank sampah.

Adapun pengelolahan sampah telah diatur alam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 81 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.

Menurut Tabrani, 70 persen sampah yang ada adalah sampah  rumah tangga atau domestik, baik dari rumah makan, mal, pasar atau dari rumah tangga itu sendiri. “Kita kelola dari hulunya, yakni sampah rumah tangga,” sebutnya, Rabu (17/02) di ruang kerjanya.

Dalam hal ini, pihaknya secara rutin melakukan sosialisasi tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat. Adapun pengelolaan sampah dilakukan dengan prinsip  3 R, yaitu reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti mengunakan kembali sampah yang dapat digunakan kembali. Reduce berarti pegurangan sampah. Dan Recycle, merupakan pengelolaan kembali ( daur ulang).

Lalu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk memilah sampah menjadi tiga bagian, pertama sampah organik, non organik dan residu. Untuk sampah organik merupakan sampah yang mudah membusuk, misal sampah sisa makanan. Sampah non organik atau sampah yang bisa daur ulang dan guna ulang, misal sampah botol. Dan sampah residu, atau tidak masuk kategori dari ke dua jenis sampah tersebut, jenis sampah inilah yang harus dibuang ke tempat sampah, misal sampah bekas tisu.

“Setiap Selasa kita sosialisasi dengan masyarakat. Kita edukasi masyarakat agar bisa memisahkan sampah-sampah tersebut, tidak harus punya tiga kotak sampah  khusus, bisa pakai kantong yang penting sampah itu terpisah. Untuk sampah sisa makanan bisa dikelola menjadi pupuk kompos, sampah daur ulang dan guna ulang bisa dimanfaatkan menjadi barang-barang daur ulang,” terang dia.

Selain itu, pihaknya juga melakukan berbagai usaha untuk mengurangi sampah plastik. Di antaranya dengan program plastik berbayar, yaitu setiap penguna plastik untuk belanja harus membayar. “Memperingati Hari Peduli Sampah 2016  pada 21 Februari 2016, kita lakukan pengurangan sampah plastik dengan program plastik berbayar. Jadi, kalau kita belanja ke mal harus bawa tas belanja sendiri, selama ini plastik kita dapat gratis dari pedagang nanti harus bayar. Biasanya ibu-ibu malas kalau harus beli, jadi biar ibu-ibu bawa tas belanja seperti zaman dulu lagi. Bisa juga mengunakan plastik organik yang bisa hancur 3-6 bulan, plastik ini berasal dari tapioka,”  bebernya.

Lebih dari itu, Tabrani pun  mengharapkan kesadaran masyarakat terhadap sampah. Disebutkan juga, bila Indonesia termasuk nomor 2 setelah Cina penyumpang  sampah ke laut. “Saya berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah di sungai. Banyak akibat buruk yang timpulkan dari prilaku masyarakat, mulai terserang penyakit atau bencana banjir, ” tutupnya.

Untuk diketahui, jumlah bank sampah di Kota Palembang 40, dengan mewajibkan adanya bank sampah disetiap kelurahan, artinya akan berdiri 107 bank sampah sesuai dengan jumlah kelurahan. Adapun berdirinya bank sampah tidak hanya diprakarsai oleh pemerintah saja, melainkan telah tumbuh beberapa bank sampah dari pihak masyarakat dan swasta.

Sumber : Majalah Dahsyat

 
 

Jadwal Sholat

Untuk Palembang & Sekitarnya
 
Imsak04:38 WIB
Subuh04:48 WIB
Syuruq06:07 WIB
Dzuhur12:09 WIB
Ashar15:32 WIB
Maghrib18:09 WIB
Isya19:20 WIB
2°59'LS, 104°47'BT
Ketinggian : 10 m
Arah kiblat : 65°27' (U-B)

Berita Kategori Lainnya

Belum ada berita lainnya untuk kategori lainnya.

Indeks Berita